Temukan Keindahan Indonesia di sini...

ReviewReviewReviewBAKTERI TERMOFILIK Dec 4, '06 7:04 AM
for everyone
Category:Other
Berdasarkan suhu optimum pertumbuhannya, secara umum mikroorganisme dibedakan menjadi psikrofil (-3-20C), mesofil (13-45C), dan termofil (45-65C), ekstrem termofil (65-85C), dan hiper termopil (lebih dari 85C) (Edward 1991 ; Rudiger et al 1994). Sejak ditemukannya mikroorganisme yang mampu tumbuh pada keadaan ekstrim suhu, pencarian mikrooganisme ini menjadi intensif. Hal ini didorong adanya tuntutan dunia industri yang sebagian besar prosesnya berjalan pada suhu tinggi (50-100C) (Ng and Kenealy 1986). Mikrooganisme termofil menghasilkan enzim termostabil yang sangat penting dalam proses industri. Pemakaian enzim termostabil di samping tahan terhadap denatururasi panas, juga dapat meminimalkan resiko kontaminan dan dapat menggeser reaksi ke arah pembentukan produk (Ng and Kenealy 1986 ; Rudiger 1994).

Mikrooganisme termofil dapat diisolasi dari berbagai sumber ; sumber air panas di darat dan di laut, tanah yang selalu terkena sinar matahari, bahan yang mengalami fermentasi seperti kompos, dan instalansi air panas (Edward 1991 ; Madigan 1997). Indonesia merupakan negara kepulauan yang banyak terdapat sumber air panas, salah satunya adalah sumber air panas Teluk Ratai yang terdapat di Lampung. Dedaunan yang gugur, biji, rerumputan, serbuk sari, dan bangkai serangga merupakan sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh mikrob yang hidup dalam kolam tersebut. Kondisi ini menciptakan peluang yang besar untuk menemukan mikrob termofil penghasil enzim hidrolitik ekstraselluler (protease, kitinase, mananase, amilase, amilase, dan xilanase) pada sumber air panas tersebut.

Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars
   
© 2010 Multiply   About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.